Blacktail


1. MURAI BATU NIAS

Burung Muraibatu jenis ini  berada di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Panjang ekornya sekitar 20-25 cm, dan benar-benar mulus, dalam arti keenam pasang bulu ekornya semua berwarna hitam.Masyarakat setempat menyebutnya sebagai totohua,yang dikenal karena suaranya yang mengkristal, melengking, dan terkenal dengan tembakan-tembakannya. MB Nias juga dikenal sebagai burung cerdas, mampu menirukan suara burung disekitarnya dengan sangat cepat.

2.MB Pagai / Mentawai

Murai jenis ini dapat dijumpai di Pulau Pagai, salah satu dari empat gugus pulau di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Penampilannya hampir sama dengan MB Nias, dan diduga memang berasal dari jenis yang sama.Saya tidak tahu persis jarak antara Kepulauan Nias dengan Pagai dan Mentawai. Setahu saya, murai batu tidak termasuk burung migrasi. Kalau pun terbang, jarak terjauh yang ditemuhnya hanya sekitar 20.000 km. Ada kemungkinan, di masa lalu, burung ini dibawa nelayan dari Nias ke Pagai / Mentawai, atau justru sebaliknya

3.MB Simeulue / Sinabang

Jenis murai ini juga sama dengan MB Nias, hanya saja postur tubuh dan kepalanya lebih kecil. Demikian pula dengan ekornya yang lebih pendek. Tetapi, sebagaimana MB Nias, ekor hitamnya juga mulus, meski ada juga beberapa individu yang memiliki sedikit noktah putih. Sesuai dengan namanya, MB ekor hitam ini memiliki habitat di Pulau Simeulue. Adapun Sinabang merupakan salah satu daerah yang ada di pulau tersebut. Seperti diketahui, Simeulue merupakan pulau yang terdekat dari pusat gempa tektonik yang berpuncak pada gelombang tsunami besar di Aceh pada 26 Desember 2004. Belum diketahui efek tsunami terhadap keberadaan MB ekor hitam di pulau ini.

4.MB Lasia

Habitatnya di Pulau Lasia, Aceh. Sebuah pulau kecil di sebelah tenggara Pulau Simeulue, dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Simeulue. Penampilannya mirip MB Simeulue / Sinabang, namun postur tubuh sedikit lebih besar. Demikian pula ekornya yang lebih panjang, menyerupai MB Nias. Pada ekornya dijumpai beberapa noktah putih, yang hanya terlihat pada bulu-bulu bagian dalam / bawah (jadi, kita harus melihatnya dalam posisi di bawah burung).

5.MB Lampuyang

Jenis ini berasal dari daerah Lampuyang, Pulau Breueh, Aceh. Ciri khasnya, dari enam pasang bulu ekornya, tiga pasang hitam total. Tiga pasang lainnya sebenarnya juga hitam, tetapi di bagian ujung ekornya terdapat noktah putih dengan diameter sekitar 1 cm.

6.MB Sabang

Cirinya mirip dengan MB Lampuyang, namun ekornya lebih panjang. Sayangnya, MB ekor hitam jenis ini sudah makin langka. Kepada yang memilikinya, mohon bisa menangkar di rumah, agar sobat kicaumania lainnya bisa memilikinya tanpa mengurangi populasi di alam bebas yang makin menipis.

Seperti disebutkan sebelumnya, pemetaan MB ekor hitam ini masih bersifat sementara, karena minimnya data yang diperoleh. menurut om Ari syahputra yang asli bermukim disabang yaitu daerah dimana murai ini berada saat ini memang benar-benar sangat langka dan hampir jarang dijumpai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s